Pendahuluan
Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) merupakan persentase nilai komponen produksi dalam negeri yang digunakan pada barang atau jasa yang diproduksi di Indonesia. Untuk perusahaan yang ingin mengikuti tender pemerintah atau proyek-proyek BUMN, memiliki Izin TKDN menjadi syarat penting. Izin ini membuktikan bahwa produk atau jasa yang ditawarkan telah memenuhi ketentuan penggunaan komponen lokal sesuai regulasi.
Artikel ini akan membahas secara lengkap bagaimana perusahaan dapat mengurus Izin TKDN, mulai dari pengertian, manfaat, persyaratan, hingga langkah-langkah pengajuannya.
Apa itu Izin TKDN?
Izin TKDN adalah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia melalui proses verifikasi dan sertifikasi. Dokumen ini menyatakan persentase nilai komponen dalam negeri pada suatu produk, barang, atau jasa.
Izin ini menjadi bukti legal yang dapat digunakan perusahaan untuk mengikuti tender yang mensyaratkan tingkat kandungan lokal tertentu, sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap industri nasional.
Mengapa Izin TKDN Penting untuk Perusahaan?
Memiliki Izin TKDN memberikan berbagai manfaat strategis bagi perusahaan, antara lain:
-
Akses Tender Pemerintah dan BUMN – Banyak proyek pemerintah dan BUMN mewajibkan TKDN minimal 40% atau sesuai regulasi.
-
Meningkatkan Daya Saing Produk – Produk dengan TKDN tinggi seringkali mendapatkan prioritas penilaian.
-
Dukungan terhadap Industri Lokal – Menggunakan komponen dalam negeri membantu pertumbuhan ekonomi nasional.
-
Kepatuhan Regulasi – Menghindari sanksi atau diskualifikasi pada proses tender karena tidak memenuhi ketentuan.
Dasar Hukum Izin TKDN
Beberapa regulasi yang menjadi dasar hukum Izin TKDN antara lain:
-
Peraturan Menteri Perindustrian No. 16/M-IND/PER/2/2011 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penghitungan TKDN.
-
Peraturan Presiden No. 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah beserta perubahannya.
-
Peraturan Menteri Perindustrian terbaru yang mengatur pembaruan prosedur TKDN sesuai perkembangan industri.
Memahami dasar hukum ini penting agar perusahaan dapat menyesuaikan kebijakan internalnya sebelum mengajukan permohonan.
Persyaratan Mengurus Izin TKDN
Sebelum mengajukan permohonan, perusahaan wajib menyiapkan beberapa dokumen dan persyaratan administratif, seperti:
-
Profil Perusahaan – Akta pendirian, SIUP, NIB, NPWP, dan izin usaha terkait.
-
Data Produk/Jasa – Deskripsi detail, spesifikasi teknis, dan proses produksi.
-
Bukti Penggunaan Komponen Lokal – Faktur pembelian bahan baku, kontrak pemasok dalam negeri, dan daftar subkontraktor lokal.
-
Laporan Keuangan – Untuk verifikasi proporsi biaya produksi yang berasal dari dalam negeri.
-
Surat Permohonan Resmi – Ditujukan kepada Kementerian Perindustrian.
Langkah-langkah Mengurus Izin TKDN
Proses pengajuan Izin TKDN dapat dilakukan secara offline maupun melalui sistem online yang telah disediakan. Berikut tahapan lengkapnya:
1. Pendaftaran Akun Sistem TKDN
Perusahaan harus mendaftarkan akun di Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) atau portal resmi TKDN Kemenperin.
2. Pengisian Formulir Permohonan
Isi data perusahaan, informasi produk/jasa, serta unggah seluruh dokumen pendukung. Pastikan semua informasi akurat untuk menghindari penolakan.
3. Verifikasi Dokumen
Tim dari Kementerian Perindustrian akan memeriksa kelengkapan dan kebenaran dokumen. Jika ada kekurangan, perusahaan akan diminta melakukan perbaikan.
4. Survey Lapangan
Petugas akan melakukan inspeksi langsung ke fasilitas produksi untuk memastikan klaim TKDN sesuai kenyataan.
5. Penghitungan TKDN
Nilai TKDN dihitung berdasarkan komponen lokal dalam proses produksi sesuai metode perhitungan resmi.
6. Penerbitan Sertifikat TKDN
Jika hasil penghitungan memenuhi ketentuan, Kementerian Perindustrian akan menerbitkan sertifikat atau Izin TKDN.
Estimasi Waktu dan Biaya Pengurusan
Waktu pengurusan Izin TKDN bervariasi tergantung kelengkapan dokumen dan jadwal survey. Rata-rata proses memakan waktu 2–4 minggu setelah dokumen dinyatakan lengkap.
Biaya pengurusan biasanya mencakup biaya verifikasi dan survey yang nilainya berbeda untuk setiap produk atau jasa, sesuai ketentuan yang berlaku.
Kesalahan Umum dalam Pengurusan Izin TKDN
Beberapa kesalahan yang sering menyebabkan proses pengurusan terhambat antara lain:
-
Dokumen pendukung tidak lengkap atau tidak valid.
-
Informasi pada formulir permohonan tidak sesuai dengan data sebenarnya.
-
Tidak adanya bukti penggunaan komponen dalam negeri yang memadai.
-
Proses produksi yang belum memenuhi persentase TKDN minimum.
Mengantisipasi kesalahan ini sejak awal akan mempercepat proses pengurusan.
Tips Agar Proses Izin TKDN Lebih Cepat
Untuk memperlancar pengurusan, perusahaan dapat menerapkan beberapa strategi berikut:
-
Gunakan Jasa Konsultan TKDN – Konsultan berpengalaman dapat membantu menyiapkan dokumen dengan tepat.
-
Siapkan Data Produksi Lengkap – Termasuk detail pemasok dan asal bahan baku.
-
Koordinasi dengan Pihak Internal – Libatkan tim produksi, pembelian, dan legal agar semua data sinkron.
-
Pastikan Kepatuhan Regulasi – Ikuti aturan terbaru dari Kementerian Perindustrian.
Jika perusahaan Anda memerlukan bantuan dalam proses pengurusan Izin TKDN, tim kami siap membantu mulai dari persiapan dokumen, perhitungan nilai TKDN, hingga pendampingan saat survey.
💬 Hubungi kami sekarang melalui WhatsApp di nomor yang tertera di website www.izinajadulu.com untuk konsultasi gratis!